Gempa bumi merupakan peristiwa
pelepasan energi yang menyebabkan dislokasi (pergeseran) pada bagian dalam bumi
secara tiba-tiba.
Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
1.
Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi
2.
Aktivitas sesar di permukaan bumi
3.
Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah
4.
Aktivitas gunung api
5.
Ledakan nuklir
Mekanisme perusakan terjadi karena
energi getaran gempa dirambatkan ke seluruh bagian bumi. Di permukaan bumi,
getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan runtuhnya bangunan sehingga
dapat menimbulkan korban jiwa. Getaran gempa juga dapat memicu terjadinya tanah
longsor, runtuhan batuan, dan kerusakan tanah lainnya yang merusak permukiman penduduk.
Gempa bumi juga menyebabkan bencana ikutan berupa kebakaran, kecelakaan
industri dan transportasi serta banjir akibat runtuhnya bendungan maupun
tanggul penahan lainnya.
Gejala dan Peringatan Dini
•
Kejadian mendadak/secara tiba-tiba
•
Belum ada metode pendugaan secara akurat
Tips
Penanganan Jika Terjadi Gempa Bumi
Jika gempa bumi menguncang secara
tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun
anda berada.
•
Di dalam rumah
Getaran akan terasa beberapa saat.
Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan
keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan
benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal.
Jika anda sedang menyalakan kompor,
maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.
•
Di sekolah
Berlindunglah di bawah kolong meja,
lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah
berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan
berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.
•
Di luar rumah
Lindungi kepada anda dan hindari
benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa
muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda
dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.
•
Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall
Jangan menyebabkan kepanikan atau
korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.
•
Di dalam lift
Jangan menggunakan lift saat terjadi
gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada
di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah,
lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer
gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
•
Di kereta api
Berpeganganlah dengan erat pada tiang
sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak.
Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti
terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
•
Di dalam mobil
Saat terjadi gempa bumi besar, anda
akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol
terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil
anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika
harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
•
Di gunung/pantai
Ada kemungkinan longsor terjadi dari
atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya
datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami
tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
•
Beri pertolongan
Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang
akan cedera saat terjadi gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari
rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka
bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di
sekitar anda.
•
Dengarkan informasi
Saat gempa bumi besar terjadi,
masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali
setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang
benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau
polisi. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.
Strategi
Mitigasi dan Upaya Pengurangan Bencana Gempa Bumi
1.
Harus dibangun dengan konstruksi tahan getaran/gempa khususnya di daerah
rawan gempa.
2.
Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan.
3.
Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi.
4.
Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada.
5.
Rencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan
hunian di daerah rawan gempa bumi.
6.
Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan lahan.
7.
Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya gempa bumi
dan cara - cara penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi.
8.
Ikut serta dalam pelatihan program upaya penyelamatan, kewaspadaan
masyarakat terhadap gempa bumi, pelatihan pemadam kebakaran dan pertolongan
pertama.
9.
Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan
perlindungan masyarakat lainnya.
10.
Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam
menghadapi gempa bumi.
11.
Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan
pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.
12.
Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan
masyarakat lainnya.
13.
Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam
menghadapi gempa bumi.
Sumber : Panduan Pengenalan
Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia, Set BAKORNAS PBP dan
Gempa bumi dan Tsunami, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,
Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral.

0 komentar:
Posting Komentar